TRADISI MABURU
Desa Adat Panjer, Denpasar, Bali memiliki ritual unik yang masih lestari hingga sekarang. Padahal, desa adat ini berada di daerah perkotaan. Namanya ritual Maburu. Ritual ini digelar saat Tawur Kesanga sebelum Hari Raya Nyepi.
Prosesi ritual Maburu ini diawali dengan prosesi tawur yang dilaksanakan tiga hari sebelum Nyepi. Prosesi ini bermakna, Ida Bhatara yang berstana di Panjer melakukan paruman di Bale Agung. Kemudian prosesi selanjutnya yakni melakukan pamelastian di Pura Segara yang dilakukan dua hari sebelum Nyepi. Kemudian prosesi yang dilakukan sehari sebelum Nyepi yakni menghaturkan upakara dan ngider di Bale Agung sebanyak tiga kali. Dalam prosesi ini akan ada pengadeg yang kesurupan dan berlari menuju Pura Tegal Penangsaran.
Ketika para pengadeg kerauhan dan berlari ke Pura Tegal Penangsaran untuk Maburu dalam konteks mencari simbol-simbol atau niyasa dalam perwujudan babi hitam pekat yang baru berumur satu bulan, ayam, dan itik.
Dalam konteks sastra agama, babi hitam, ayam, dan itik merupakan simbol Tri Guna yang ada dalam manusia. Tri Guna merupakan tiga sifat manusia yang meliputi Satwam, Rajas dan Tamas. Tujuan dari prosesi ini adalah mengembalikan sifat-sifat manusia dari sifat raksasa menjadi sifat Dewa.